Kookmin Bank (KB) Valbury Sekuritas menghadirkan acara Young Money Fest 2026 sebagai bagian dari komitmen mendorong literasi finansial dan ekonomi digital di kalangan generasi muda Jambi. Acara yang diselenggarakan di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Walikota Jambi Telanaipura menghadirkan seminar edukasi investasi saham yang digelar secara interaktif dan komprehensif.
Sebagai penyelenggara, KB Valbury Sekuritas berkolaborasi dengan berbagai instansi terkait, di antaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi yang diwakili oleh Benniardi (Branch Manager KB Valbury Sekuritas Jambi), Bursa Efek Indonesia (BEI) Jambi yang diwakili Rena Novita (Kepala Wilayah Kantor Perwakilan BEI Jambi), serta pemerintah lokal melalui Pemerintah Kota Jambi yang diwakili oleh Hendra Saputra, S.E., M.M (Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Jambi).
Sebelum memasuki sesi inti seminar, acara dihadiri dengan kata sambutan dari berbagai pihak strategis. Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi melalui Benniardi, Branch Manager KB Valbury Sekuritas Jambi, yang menekankan pentingnya literasi finansial dalam membangun kemandirian ekonomi generasi muda. Dilanjutkan dengan sambutan dari Rena Novita (Kepala Wilayah Kantor Perwakilan BEI Jambi) yang menjelaskan peran Bursa Efek Indonesia dalam memberikan akses pasar modal yang inklusif.
Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Pemerintah Kota Jambi, diwakilkan oleh Hendra Saputra, S.E., M.M. Dalam sambutannya, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Jambi menekankan dukungan pemerintah terhadap upaya peningkatan literasi finansial dan pengembangan ekonomi digital di Jambi.


Dalam presentasinya, Masum membahas perjalanan transformasi finansial dari hal-hal sederhana. Dengan track record luar biasa, Masum menunjukkan bahwa siapapun dapat memulai investasi saham dengan modal terjangkau, bahkan dari uang jajan atau dana minimal yang dimiliki. Materi ini dirancang khusus untuk menjawab keraguan generasi muda tentang “bagaimana memulai investasi dengan budget terbatas.”
Masum menekankan bahwa investasi saham bukanlah aktivitas yang eksklusif untuk kalangan tertentu, melainkan skill yang dapat dipelajari dan dikuasai oleh siapapun yang memiliki keinginan kuat. Pengalaman Masum sebagai professional trader dengan lebih dari 40,000 followers di media sosial serta portfolio yang solid membuat materi beliau sangat kredibel dan inspiratif bagi peserta.
Dalam diskusinya, Masum menjelaskan konsep-konsep dasar investasi saham, strategi entry yang tepat, manajemen risiko, dan bagaimana membangun portfolio dari Rp500.000 hingga mencapai nominal yang signifikan. Beliau juga berbagi pengalaman praktis tentang kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan pemula dan bagaimana menghindarinya.

Firman membawa perspektif holistik tentang investasi yang tidak hanya fokus pada teknis trading, tetapi juga pada perencanaan keuangan jangka panjang. Dengan sertifikasi lengkap (CSA, RTA, QWP dari lembaga terkait) dan pendidikan formal dari IPB University (S2 Manajemen Bisnis dengan GPA 3.87), Firman memberikan kedalaman akademis dan praktis yang unik.
Dalam paparannya, Firman menjelaskan tentang pentingnya fundamental analysis dalam memilih saham yang berkualitas. Beliau menekankan bahwa investasi yang cerdas adalah investasi yang didukung oleh pemahaman mendalam tentang kondisi perusahaan, industri, dan ekonomi makro. Terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum seseorang mulai berinvestasi saham.

Pertama, investor perlu memilih perusahaan yang memiliki fundamental yang baik. Sebelum membeli saham, penting untuk melihat kondisi perusahaan dari berbagai sisi, seperti kemampuan menghasilkan keuntungan, kesehatan keuangan, dan arus kas. Firman menggunakan pendekatan four-part fundamental check yang terdiri dari empat bagian, yaitu profitabilitas, kesehatan finansial, arus kas, dan valuasi. Profitabilitas dapat dilihat melalui margin keuntungan, ROA, dan ROIC. Kesehatan finansial dapat dinilai dari likuiditas dan rasio utang. Sementara itu, arus kas dapat dilihat dari kemampuan perusahaan menghasilkan dan menggunakan kas melalui aktivitas operasional maupun investasi. Terakhir, valuasi digunakan untuk mengetahui apakah harga saham suatu perusahaan tergolong wajar, dengan melihat rasio seperti P/E, P/BV, P/CF, dan EV/EBITDA.
Kedua, Firman menjelaskan pentingnya mengenal berbagai instrumen investasi berdasarkan tingkat risikonya. Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda. Investasi dengan risiko rendah, seperti tabungan, deposito, dan obligasi pemerintah, umumnya memiliki tingkat keamanan modal yang lebih tinggi. Sementara itu, instrumen dengan risiko lebih tinggi, seperti derivatif saham dan saham dari pasar berkembang, memiliki potensi keuntungan yang lebih besar tetapi juga memiliki risiko kerugian yang lebih tinggi. Untuk mempermudah pemahaman, Firman menggunakan visual berupa piramida keuangan yang menggambarkan hubungan antara imbal hasil (return), risiko (risk), keamanan modal (capital safety), dan arus kas (cash flow).
Ketiga, Firman membahas pentingnya menggabungkan waktu yang tepat untuk membeli saham dengan analisis teknikal. Menurut pendekatan ini, memilih perusahaan dengan fundamental yang baik saja belum cukup. Investor juga perlu menentukan kapan waktu yang tepat untuk masuk atau membeli saham (entry) dan kapan harus keluar atau menjual saham (exit). Analisis teknikal dapat membantu melihat pergerakan harga dan momentum pasar. Firman menjelaskan konsep bullish trend, yaitu kondisi ketika harga saham cenderung mengalami kenaikan, serta bearish trend, yaitu kondisi ketika harga saham cenderung mengalami penurunan. Dengan memahami tren tersebut, investor dapat lebih terarah dalam menentukan waktu untuk melakukan entry maupun exit.

Setelah kedua pemateri menyampaikan materi mereka, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif, pertanyaan pertama disampaikan oleh Bunga Pixy Septiani (Anggota GenBI Jambi 2026), yang mengajukan pertanyaan mendalam mengenai strategi diversifikasi portfolio untuk pemula dan bagaimana mengelola risiko investasi dengan efektif. Jawaban dari para narasumber memberikan insight praktis tentang pentingnya diversifikasi dan strategi allocation sesuai dengan risk profile masing-masing individu.
Pertanyaan Kedua disampaikan oleh Velia Nhatania Elvetta (Anggota GenBI Jambi 2026), yang menanyakan tentang bagaimana membedakan antara investasi jangka pendek (trading) dan investasi jangka panjang, serta instrumen mana yang paling sesuai untuk generasi muda yang baru memulai. Respons dari Benz Virya, Masum Johari, dan Firman Siregar memberikan panduan praktis tentang mindset dan strategi yang berbeda untuk kedua jenis investasi tersebut.
Melalui Young Money Fest 2026, peserta mendapat beberapa pesan penting. Investasi saham dapat dilakukan oleh siapa saja dengan modal dan latar belakang yang beragam, selama memiliki pengetahuan dan strategi yang tepat. Edukasi menjadi dasar dalam memahami analisis fundamental, teknikal, dan manajemen risiko. Selain itu, investasi membutuhkan disiplin dan konsistensi karena merupakan proses membangun kekayaan secara bertahap, bukan cara untuk cepat kaya. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa generasi muda Jambi memiliki antusiasme dan potensi besar untuk menjadi investor yang cerdas dan melek keuangan.
Diharapkan bahwa peserta Young Money Fest 2026, khususnya GenBI Jambi dan seluruh generasi muda Jambi, dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam perjalanan investasi mereka, sehingga turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jambi dan Indonesia secara luas.
Pewarta: Enjelina Lumban Gaol
Editor: Muhammad Irvansyah

Komentar
Diskusi pembaca